Polres Metro Tangerang Kota Kunjungi UMT, Rektor: Sikap Kritis Harus Dijaga

Polres Metro Tangerang Kota Kunjungi UMT, Rektor: Sikap Kritis Harus Dijaga

KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Polres Metro Tangerang Kota melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kamis (9/7/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, didampingi Kapolsek Tangerang AKP Suyatno, dan disambut jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Rektor UMT Dr. Desrie Arwen mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan kepolisian dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, demokratis, dan kondusif.

Menurutnya, kampus dan kepolisian memiliki peran strategis yang saling melengkapi, baik dalam pertukaran informasi, pelaksanaan program, maupun pemanfaatan potensi masing-masing untuk kepentingan masyarakat.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia kampus. Kami saling berbagi informasi, program, serta potensi yang dimiliki agar dapat dikolaborasikan secara optimal dalam menjaga suasana yang kondusif di Tangerang Raya,” ujar Desrie.

Ia menilai, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga stabilitas sosial melalui penguatan nilai-nilai akademik, dialog, dan penyampaian aspirasi yang konstruktif.

Desrie juga menegaskan bahwa budaya berpikir kritis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan akademik. Menurutnya, sikap kritis mahasiswa justru menjadi energi positif selama disampaikan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan koridor hukum serta etika.

“Mahasiswa UMT dikenal memiliki sikap kritis, dan itu merupakan sesuatu yang baik. Dalam kehidupan demokrasi, kritik adalah bentuk kepedulian. Teman yang baik adalah mereka yang berani mengingatkan ketika ada hal yang perlu diperbaiki,” katanya.

Karena itu, lanjut Desrie, sikap kritis mahasiswa tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

“Sikap kritis perlu dirawat dan diarahkan agar tetap berada dalam koridor yang positif, santun, dan konstruktif. Mahasiswa bukanlah lawan, melainkan mitra yang bersama-sama memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, UMT dan Polres Metro Tangerang Kota juga membahas pentingnya memperkuat literasi informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks dan isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Desrie mengajak seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk selalu mengedepankan sikap kritis yang disertai dengan verifikasi informasi serta menghindari penyebaran informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, semuanya harus dilakukan dengan cara yang baik, sesuai aturan, serta mengedepankan etika dan tanggung jawab. Jangan sampai niat yang baik justru disampaikan dengan cara yang kurang tepat sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak terwujud,” pungkasnya.(man/joe)

Pos terkait