Sambut Hari Anak Nasional, Pemkot Tangerang Perkuat Kota Layak Anak

Sambut Hari Anak Nasional, Pemkot Tangerang Perkuat Kota Layak Anak

KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada 23 Juli mendatang, Pemerintah Kota Tangerang memperkuat berbagai program perlindungan anak melalui peningkatan fasilitas publik ramah anak serta penguatan upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar anak-anak di Kota Tangerang dapat tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka,” ujar Tihar, Kamis (16/7/2026).

Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pembentukan Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) hingga tingkat rukun tetangga (RT). Program tersebut bertujuan meningkatkan peran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak maupun perundungan (bullying) sejak dari lingkungan terdekat.

Menurut Tihar, pendekatan berbasis masyarakat dinilai penting karena perlindungan anak tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, akademisi, hingga media.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga terus mengembangkan gerakan TUNAS (Tunggu Anak Siap) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pendidikan sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan mendorong penggunaan gawai secara bijak di kalangan anak.

“Program ini bukan untuk melarang anak menggunakan gawai, melainkan mengajarkan penggunaan yang tepat sesuai usia sehingga mereka terhindar dari berbagai risiko konten negatif di ruang digital,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus memperluas penyediaan fasilitas publik ramah anak melalui berbagai perangkat daerah, mulai dari penguatan sekolah ramah anak, optimalisasi rumah ibadah sebagai ruang pembinaan, penyediaan transportasi publik yang aman, hingga pengembangan ruang terbuka hijau yang ramah bagi anak.

Tihar berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi setiap anak.

“Perlindungan anak membutuhkan kepedulian semua pihak. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar peluang kita mewujudkan Kota Tangerang sebagai kota yang benar-benar ramah dan aman bagi anak,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan penguatan ekosistem perlindungan anak dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(man/joe)

Pos terkait