KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Lembaga Pendidikan Advokat Matahari Barat (MABAR) menggandeng Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Tangerang dalam pelaksanaan Program Pendidikan Advokat bagi mahasiswa dan lulusan sarjana hukum yang ingin menekuni profesi advokat.
Program tersebut mencakup Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), hingga pendampingan proses pengangkatan dan penyumpahan advokat di pengadilan tinggi.
Ketua Panitia Program Pendidikan Advokat MABAR, Jojo Sudirjo, mengatakan kolaborasi dengan JMSI Kota Tangerang merupakan bagian dari upaya memperluas informasi dan akses masyarakat terhadap pendidikan profesi hukum.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan lulusan sarjana hukum untuk mempersiapkan diri menjadi advokat yang profesional dan berintegritas. Selain menggandeng universitas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, kami juga bekerja sama dengan JMSI Kota Tangerang,” ujar Jojo.
Menurut dia, program tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan kepada peserta, baik dari sisi pemahaman teori hukum maupun persiapan menghadapi tahapan profesi advokat.
Dalam pelaksanaannya, PKPA ditawarkan dengan biaya Rp 3 juta. Program ini mencakup materi standar profesi advokat, pembelajaran interaktif secara daring maupun luring, serta studi kasus dengan dukungan tenaga pengajar yang memiliki pengalaman akademis dan praktis.
Selanjutnya, program UPA ditawarkan dengan biaya Rp 2 juta, termasuk pembekalan intensif dan pendampingan hingga pelaksanaan ujian profesi advokat.
Adapun paket pengangkatan advokat ditawarkan dengan biaya Rp 5 juta. Paket tersebut mencakup pendampingan administrasi, persiapan dokumen pengangkatan dan penyumpahan advokat, serta pengurusan dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pendampingan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami tahapan yang harus dilalui, mulai dari pendidikan profesi, ujian, hingga proses pengangkatan advokat,” kata Jojo.
Tawarkan Fasilitas Pendukung
Selain pendidikan dan pendampingan, MABAR juga menawarkan sejumlah fasilitas gratis bagi peserta sesuai ketentuan program, di antaranya biaya hotel untuk pengangkatan advokat, toga advokat, dan penyumpahan di pengadilan tinggi.
Jojo mengatakan, persiapan menjadi advokat membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan. Calon advokat juga perlu memahami etika profesi, prosedur hukum, serta tanggung jawab dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.
Karena itu, melalui kerja sama dengan universitas dan JMSI Kota Tangerang, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak calon peserta sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pendidikan profesi advokat.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi calon advokat. Kami ingin membantu peserta mempersiapkan diri secara matang agar dapat menjalankan profesinya secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab,” tutup Jojo.(man)













