KAB. TANGERANG (Vivabanten.com) – Sebanyak 3.791 peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sasaran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung pemenuhan gizi, mencegah kekurangan gizi, dan menekan risiko stunting.
Program yang menyasar anak-anak di 10 desa pada tujuh kecamatan tersebut dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg. Pelaksanaannya dibagi dalam enam tahap.
Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mengatakan pemenuhan gizi sejak usia dini penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada masa keemasan atau golden age.
Menurut dia, anak pada periode tersebut membutuhkan asupan gizi seimbang dan layanan pendidikan yang berkualitas agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, dan menekan angka stunting,” ujar Rismawati.
Ia menegaskan, program PMT tidak sekadar menjadi kegiatan makan bersama, tetapi merupakan bentuk kepedulian pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat terhadap kebutuhan gizi anak.
Rismawati juga mengingatkan orang tua agar menerapkan kebiasaan makan sehat di rumah dan tidak hanya mengandalkan makanan tambahan dari sekolah. Pemenuhan gizi sehari-hari perlu didukung pola asuh yang baik agar manfaatnya berkelanjutan.
“Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para orang tua untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat di rumah, tidak hanya bergantung pada makanan tambahan dari sekolah, serta lebih peduli pada pola asuh dan asupan harian anak,” katanya.
Rismawati mengapresiasi para guru, pengelola PAUD, dan pihak penyelenggara yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga terus diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang PAUD sekaligus Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SD, Yudi Nursapyudin, menjelaskan bahwa program PMT dilengkapi kegiatan pendukung, antara lain pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi gizi seimbang, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), keamanan pangan, serta kesehatan lingkungan.
Menurut Yudi, menu makanan tambahan diarahkan untuk mengandung protein hewani dalam setiap sajian. Bahan pangan lokal juga dimanfaatkan dengan memperhatikan keamanan dan proses pengolahan hingga matang sempurna.
Program tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya makanan sehat dan bergizi.
Pembiayaan kegiatan PMT bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah berharap program ini dapat mendukung upaya pencegahan kekurangan gizi dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini.(man/joe)













