KOTA TANGSEL (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) siap memulai proyek pembangunan infrastruktur di berbagai sektor pada Mei 2025. Berbagai proyek strategis tengah dalam proses lelang dan diproyeksikan rampung dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala DCKTR Tangsel, Ade Sufrizal, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya akan mengerjakan sekitar 40 proyek infrastruktur, yang mencakup revitalisasi sekolah, peningkatan fasilitas kesehatan, pembangunan gedung pemerintahan, serta pengembangan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik lainnya.
“Paling cepat kita mulai bulan Mei. Saat ini proses lelang masih berjalan di BLB. Ada sekitar 40 proyek yang akan dikerjakan, mulai dari pembangunan gedung farmasi, gedung parkir Dinas Kesehatan, beberapa SMP dan SD, gedung serba guna (GSG), hingga rehabilitasi puskesmas,” ujar Ade kepada awak media, Rabu (12/3/2025).
Menurutnya, proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat infrastruktur pendidikan, serta memberikan akses yang lebih luas terhadap fasilitas kesehatan dan sosial bagi masyarakat Tangsel.
Salah satu fokus utama dalam program pembangunan tahun ini adalah revitalisasi sekolah di tingkat SD dan SMP, yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Ciputat, Pamulang, Serpong, dan Pondok Aren. Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan modern.
“Ada beberapa sekolah yang kondisinya sudah tidak layak dan harus dibangun ulang dari nol. Selain itu, ada juga penambahan ruang kelas baru, peningkatan fasilitas laboratorium, serta perkuatan struktur bangunan bagi sekolah-sekolah yang masih bisa dipertahankan,” jelas Ade.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi siswa dan tenaga pengajar, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan.
Selain sektor pendidikan, DCKTR Tangsel juga fokus pada peningkatan fasilitas pelayanan publik dan ruang terbuka hijau. Beberapa proyek yang akan segera berjalan antara lain: Pembangunan Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) di Serpong Utara dan kawasan Tekno guna meningkatkan respons dalam penanganan kebakaran dan kondisi darurat lainnya. Pembangunan Kantor Kelurahan Pondok Ranji, yang akan mengusung konsep alun-alun mini dilengkapi dengan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik dan Peningkatan infrastruktur kesehatan, termasuk rehabilitasi beberapa puskesmas guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Kantor Kelurahan Pondok Ranji akan dibangun dua lantai, dilengkapi aula dan fasilitas alun-alun yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka hijau. Kita juga akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penghijauan di area tersebut,” tambah Ade.
Ade Sufrizal menegaskan bahwa target penyelesaian seluruh proyek ini adalah pada akhir tahun 2025. Dengan demikian, sebagian besar fasilitas baru ini sudah bisa mulai difungsikan pada tahun 2026.
Pemkot Tangsel juga berupaya memastikan bahwa seluruh proyek berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Kami akan melakukan pengawasan ketat selama proses pembangunan untuk memastikan kualitas proyek terjaga. Masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam pengawasan ini dengan memberikan masukan melalui kanal resmi Pemkot Tangsel,” ujarnya.
Dengan adanya proyek infrastruktur ini, diharapkan berbagai manfaat dapat dirasakan oleh masyarakat, di antaranya: Peningkatan kualitas pendidikan dengan adanya fasilitas sekolah yang lebih baik dan nyaman bagi siswa serta guru. Akses layanan kesehatan lebih optimal dengan diperbaikinya fasilitas puskesmas dan pembangunan gedung farmasi. Peningkatan pelayanan publik melalui pembangunan gedung pemerintahan dan fasilitas umum lainnya dan Lingkungan kota yang lebih hijau dan nyaman dengan pengembangan ruang terbuka hijau di berbagai titik strategis.
Pemkot Tangsel berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(*)