KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Upaya pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini di Kecamatan Jatiuwung terus diperkuat melalui penerapan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Pendekatan ini menempatkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dalam satu kesatuan yang saling terhubung.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Implementasi PAUD HI yang digelar Bunda PAUD Kecamatan Jatiuwung di Aula Kantor Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menyasar para pendidik PAUD sebagai garda terdepan dalam tumbuh kembang anak.
Bunda PAUD Kecamatan Jatiuwung Nurul Fitri Prihadi mengatakan, peran pendidik PAUD kini semakin strategis karena tidak hanya berfokus pada proses belajar, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak dasar anak secara menyeluruh.
“Layanan PAUD tidak lagi sebatas belajar dan bermain. Guru juga memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak sehat, cukup gizi, terlindungi, serta mendapatkan pengasuhan yang layak,” ujar Nurul Fitri Prihadi.
Ia menambahkan, pendidik PAUD menjadi pihak yang paling awal berinteraksi dengan anak, sehingga berperan penting dalam mendeteksi kebutuhan maupun potensi permasalahan yang dihadapi peserta didik sejak dini.
Workshop yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh 80 pendidik PAUD dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Jatiuwung. Para peserta dibekali pemahaman dan keterampilan praktis terkait penerapan enam layanan esensial PAUD HI sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Enam layanan tersebut meliputi aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak. Melalui pendekatan ini, satuan PAUD diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pendidik dapat mengimplementasikan layanan PAUD HI sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga kualitas layanan bagi anak semakin meningkat,” kata Nurul.
Setelah mengikuti workshop, para pendidik diharapkan segera menerapkan pola pembelajaran dan pengawasan yang terintegrasi di lingkungan sekolah. Sinergi antara pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang optimal di Kota Tangerang.(man/joe)










