BPBD Tangerang Ingatkan Risiko Kebakaran Saat Ramadan

BPBD Tangerang Ingatkan Risiko Kebakaran Saat Ramadan

KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama Ramadan. Aktivitas memasak yang meningkat saat sahur dan berbuka dinilai berisiko memicu kebakaran jika tidak disertai kehati-hatian.

BPBD mengingatkan warga memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati setelah digunakan. Aktivitas memasak juga tidak boleh ditinggalkan ketika api masih menyala.

“Peningkatan aktivitas di dapur saat Ramadan harus diimbangi kesadaran keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal,” demikian imbauan BPBD dalam keterangannya, Rabu, 25 Februari 2026.

Selain faktor dapur, BPBD menyoroti penggunaan petasan yang berpotensi menimbulkan percikan api, terutama di kawasan permukiman padat. Masyarakat diminta menghindari aktivitas tersebut demi mencegah kebakaran.

BPBD juga menyarankan warga menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran di rumah.

Tak hanya itu, instalasi listrik turut menjadi perhatian. Kabel terkelupas, penggunaan stop kontak bertumpuk, serta peralatan listrik yang tetap terhubung meski tidak digunakan dapat memicu korsleting. Warga dianjurkan mencabut steker perangkat listrik yang tidak dipakai.

Penggunaan lilin sebagai sumber penerangan juga diimbau untuk dihindari. BPBD menyarankan masyarakat menggunakan lampu dengan standar keamanan yang lebih baik untuk mengurangi risiko kebakaran.

Melalui imbauan ini, BPBD berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman. Partisipasi aktif warga dalam menerapkan langkah pencegahan dinilai menjadi kunci meminimalkan risiko kebakaran selama bulan suci.(man/joe)

Pos terkait