Setahun Memimpin, Bupati Tangerang Paparkan Lima Program Unggulan

Setahun Memimpin, Bupati Tangerang Paparkan Lima Program Unggulan

KAB. TANGERANG (VivaBanten.com) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah dalam forum bertajuk “Satu Tahun Melangkah Bersama” yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (10/3/2026). Forum tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam kesempatan itu, Maesyal Rasyid menyoroti sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan peningkatan sepanjang tahun pertama kepemimpinannya. Berdasarkan data makro, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang meningkat dari 76,19 menjadi 76,74. Angka kemiskinan juga menurun menjadi 6,42 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 5,94 persen. Di sektor kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan dari 7,7 persen menjadi 6 persen.

Menurut Maesyal, capaian tersebut merupakan hasil dari implementasi lima program unggulan pembangunan daerah, yaitu Pemerintahan Inovatif, Maju, dan Smart (PRIMA), Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah (PROSPEK), Talenta Unggul Generasi Sehat (TUNAS), Sekolah Terpadu Ramah Anak (SETARA), serta Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Berkelanjutan (SELARAS).

Melalui program PRIMA, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik, termasuk digitalisasi layanan kependudukan serta pengoperasian Gerai Pelayanan Publik (GPP) di Mall Ciputra dan Intermoda BSD. Dalam upaya mendukung penyerapan tenaga kerja, layanan Kartu Pencari Kerja (AK-1) juga telah membantu 23.225 pencari kerja memperoleh pekerjaan.

Di sektor ekonomi kerakyatan, program PROSPEK diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Pemerintah menyalurkan 17,25 ton bantuan beras bagi keluarga dengan kemiskinan ekstrem, membentuk 25 Desa Mandiri Pangan, serta melakukan pendampingan terhadap 821 pelaku UMKM melalui pengembangan kawasan ekonomi kreatif.

Sementara itu, program SETARA difokuskan pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif. Salah satunya melalui program sekolah swasta gratis yang melibatkan 44 sekolah dasar dan 116 sekolah menengah pertama, dengan total 35.784 siswa penerima manfaat. Pemerintah daerah juga menyediakan 15 unit bus sekolah gratis yang telah melayani lebih dari 3.500 siswa di 14 kecamatan.

Di bidang kesehatan, program TUNAS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Program ini turut mendorong capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100,49 persen, yang menjamin perlindungan kesehatan bagi 3,5 juta lebih penduduk Kabupaten Tangerang. Selain itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan oleh 1.381.215 warga, melampaui target yang ditetapkan.

Sektor infrastruktur juga mendapat perhatian melalui program SELARAS. Pemerintah daerah membangun jalan baru sepanjang 20,5 kilometer, mendirikan enam stasiun pompa banjir, serta melakukan normalisasi sungai sepanjang 17,15 kilometer untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mengurangi risiko banjir.

Selain berbagai capaian pembangunan, Kabupaten Tangerang juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 17 tahun berturut-turut. Prestasi lain yang diraih antara lain predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovation Government Award 2025, Paritrana Award, serta penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia.

Di bidang keagamaan, Kabupaten Tangerang juga berhasil meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII tingkat Provinsi Banten untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Maesyal menegaskan, berbagai capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.

“Satu tahun ini menjadi fondasi untuk masa depan Kabupaten Tangerang yang lebih gemilang. Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan semangat inovasi dan kebanggaan,” kata Maesyal.(man/joe)

Pos terkait