KAB. TANGERANG (VivaBanten.com) – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya keberadaan perpustakaan sekolah serta percepatan digitalisasi arsip untuk meningkatkan literasi dan kualitas tata kelola administrasi di Kabupaten Tangerang.
Hal itu disampaikan Intan saat membuka rapat koordinasi informal antara Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) di kantor Dinas Perpusip Kabupaten Tangerang, Kamis (11/3/2026).
Menurut Intan, perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca di kalangan pelajar. Namun berdasarkan hasil survei Dinas Perpusip, masih ditemukan sejumlah ruang perpustakaan sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal bahkan beralih fungsi.
“Keberadaan perpustakaan sekolah sangat penting untuk meningkatkan literasi anak-anak. Namun dari hasil survei, masih ada ruang perpustakaan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata Intan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi untuk memastikan data perpustakaan di sekolah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Jangan sampai perpustakaan hanya tercatat di data, tetapi secara fisik tidak ada atau sudah beralih fungsi. Data harus benar-benar valid,” ujarnya.
Selain itu, Intan mengusulkan adanya kebijakan yang mendorong siswa membaca minimal satu buku setiap bulan dan membuat ringkasan bacaan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
“Bisa dipertimbangkan agar siswa SD hingga SMP membaca satu buku setiap bulan dan membuat resume. Jika memungkinkan, hal ini bisa dimasukkan dalam kurikulum atau menjadi program sekolah,” katanya.
Ia juga mendorong penyelenggaraan kegiatan seperti Hari Literasi atau Hari Gemar Membaca di tingkat PAUD dan TK. Kegiatan tersebut dapat melibatkan pendongeng sehingga anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak usia dini.
Selain penguatan literasi, Intan menyoroti pentingnya percepatan transformasi pengelolaan arsip dari sistem manual menuju arsip digital (e-arsip) di setiap organisasi perangkat daerah.
“Sudah saatnya kita beralih ke e-arsip. Kita tidak ingin lagi melihat tumpukan dokumen kertas yang memenuhi ruangan dan akhirnya hanya menjadi sampah,” ujarnya.
Intan juga mengapresiasi sejumlah desa yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Ia berharap keberadaan fasilitas seperti Rumah Pintar dapat diperluas di berbagai desa.
“Model Rumah Pintar ini sangat baik untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan administrasi yang lebih modern, transparan, dan tertata di desa-desa,” kata Intan.(man/joe)













