Perempuan Berdaya, Pemkot Tangerang Dorong Pelatihan Olahan Makanan untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Perempuan Berdaya, Pemkot Tangerang Dorong Pelatihan Olahan Makanan untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga
Ketua Penggerak PKK Kota Tangerang, Hj. Masturoh Sachrudin dan Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar saat membuka pelatihan perempuan berdaya di kampung Jimpitan.

KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

Kegiatan pelatihan olahan makanan bagi program Perempuan Berdaya yang juga menjadi penunjang Ruang Bersama Indonesia (RBI) ini dilaksanakan di Kampung Jimpitan, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Rabu (8/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Penggerak PKK Kota Tangerang, Hj. Masturoh Sachrudin, mengatakan pelatihan ini dirancang agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan memasak bersama chef profesional.

“Pelatihan ini bersifat aplikatif, ibu-ibu langsung belajar mengolah makanan. Harapannya, perempuan bisa berkontribusi aktif membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini menghadirkan empat chef, di antaranya Chef Tony, yang membimbing peserta dalam membuat berbagai olahan makanan, seperti otak-otak bakar dan kukus, nugget lele, kaki naga, bir pletok, wingko babat, sari kacang merah, bakso ayam, cireng ayam suwir, sempol, lumpia vegetable, hingga ayam goreng filet chicken katsu.

Ketua Penggerak PKK Kota Tangerang, Hj. Masturoh Sachrudin dan Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar saat membuka pelatihan perempuan berdaya di kampung Jimpitan.

Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan di lingkungan masing-masing hingga berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.

“Mudah-mudahan hasil pelatihan ini bisa dikembangkan menjadi produk olahan makanan yang bernilai ekonomi, baik dipasarkan di lingkungan sendiri maupun dijual secara umum. Yang terpenting adalah kemauan ibu-ibu untuk membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok pelatihan diikuti sekitar 25 peserta dan ke depan diharapkan dapat terus dikembangkan ke lebih banyak kelompok masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas perempuan di Kota Tangerang.

“Melalui kegiatan Perempuan Berdaya dan penunjang RBI, kami ingin perempuan menjadi lebih inovatif, kreatif, serta memiliki kemandirian ekonomi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pelopor dalam keluarga, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan wirausaha.

Ketua Penggerak PKK Kota Tangerang, Hj. Masturoh Sachrudin didampingi Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar saat meninjau langsung pelatihan perempuan berdaya di kampung Jimpitan.

“Kami berharap peserta memiliki jiwa kewirausahaan. Pelatihan membuat kue dan olahan makanan yang bisa dijual tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan materi dari narasumber, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung, sehingga peserta memiliki bekal nyata untuk memulai usaha.

Program ini turut melibatkan unsur PKK di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, termasuk di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, sebagai bagian dari penguatan gerakan Perempuan Berdaya di Kota Tangerang.

Dengan pelatihan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang menjadi inspiratif, mandiri, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga serta masyarakat di sekitarnya.(ADV)

Pos terkait