Stunting Kota Tangerang Tersisa 5,4 Persen

Stunting Kota Tangerang Tersisa 5,4 Persen

KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,4 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, upaya pencegahan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Masih ada anak dengan kondisi stunting yang menjadi perhatian bersama. Karena itu, fokus kami saat ini adalah mencegah munculnya kasus stunting baru,” ujar Dini, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, intervensi penanganan stunting kini tidak hanya menyasar balita, tetapi juga dilakukan sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia dini.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Tangerang terus menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, angka stunting tercatat 11,2 persen, turun dari 17,6 persen pada 2023.

Dini menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena sebagian besar intervensi berada di luar sektor kesehatan, seperti peningkatan kesejahteraan keluarga, sanitasi, dan edukasi pola asuh.

“Penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar anak-anak Kota Tangerang dapat tumbuh sehat dan optimal,” katanya.

Saat ini, Pemkot Tangerang terus memperkuat berbagai program pencegahan stunting, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, layanan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu, hingga pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM. (man/joe)

Pos terkait