TANGSEL (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS) sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun.
Program peningkatan fasilitas PAUD tersebut menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 2025–2029 sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, pendidikan pada usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini dengan dukungan sarana belajar yang memadai. Ini merupakan bekal penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujar Benyamin, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Rizkia Fitria, menjelaskan program peningkatan sarana dan prasarana PAUD pada tahun 2026 ditargetkan menjangkau 115 satuan pendidikan.
Menurutnya, pada APBD murni 2026 pemerintah telah mengalokasikan bantuan bagi 72 lembaga PAUD, sementara sisanya akan dipenuhi melalui anggaran perubahan.
“Seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas PAUD formal serta penilik pendidikan nonformal. Dengan demikian, bantuan benar-benar diberikan kepada lembaga yang membutuhkan dan memenuhi kriteria,” jelas Rizkia.
Ia mengatakan, bantuan yang diberikan meliputi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti meja dan kursi anak, loker penyimpanan, papan tulis, hingga alat peraga edukatif yang mendukung proses belajar mengajar.
“Kami ingin memastikan setiap lembaga PAUD memiliki fasilitas belajar yang layak sehingga anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman, aman, dan menyenangkan,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar pada tahun 2026.
Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan, Pemkot Tangsel berharap semakin banyak anak usia dini memperoleh akses pendidikan yang berkualitas sehingga angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD terus meningkat.
“Saat ini angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD telah mencapai sekitar 90 persen. Ke depan, kami akan terus meningkatkan capaian tersebut agar semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun,” tutup Rizkia.(man/joe)













