KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus memperkuat kompetensi warga agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi gratis yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang.
Sepanjang 2026, Pemkot Tangerang menyiapkan beragam program pelatihan, mulai dari operator komputer, menjahit, bakery, pengolahan makanan, teknisi AC, housekeeping, pengelasan, hingga bahasa asing. Program juga diperluas ke bidang teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan chatbot.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membekali pencari kerja, lulusan baru, dan masyarakat umum dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Seluruh pelatihan tersebut diselenggarakan dengan pendekatan berbasis kompetensi, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung sesuai standar kerja yang berlaku,” ujar Ujang.
Menurut Ujang, penguatan keterampilan diharapkan dapat meningkatkan kesempatan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Lulusan pelatihan juga diarahkan agar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Program tersebut menjadi bagian dari Program Gampang Kerja Pemkot Tangerang yang mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia industri. Selain keterampilan teknis, pemerintah juga mulai memperluas pelatihan ke bidang digital sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja.
Salah satu contohnya adalah pelatihan AI dan chatbot. Pada 2026, BLK Kota Tangerang membuka pelatihan AI secara gratis serta mengembangkan pelatihan chatbot untuk membekali warga dengan kemampuan di bidang kecerdasan buatan dan otomasi layanan digital.
Di sektor keterampilan teknis, BLK juga membuka pelatihan pengelasan SMAW-3F secara gratis dengan kuota 16 peserta. Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keahlian teknis yang dibutuhkan industri, disertai instruktur berpengalaman dan sertifikasi sesuai program pelatihan.
Sementara itu, pelatihan bakery kembali dibuka pada September 2026 dengan kuota terbatas. Pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan pembuatan roti dan kue, baik untuk memasuki industri food and beverage (F&B) maupun membuka usaha mandiri.
Untuk pelatihan bakery, pendaftaran dibuka pada 14–23 September 2026 dan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan di BLK Kecamatan Cibodas, mulai 1–30 Oktober 2026. Peserta juga mendapatkan pembelajaran intensif, mentor profesional, dukungan akomodasi, serta fasilitas sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang mengikuti seluruh proses pelatihan.
Adapun pelatihan las SMAW-3F Angkatan 2 Tahun 2026 dibuka hingga 23 September 2026. Tahapan seleksi meliputi pre-test pada 24 September, wawancara pada 25 September, dan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung 29 September–2 Desember 2026.
Ujang mengajak masyarakat Kota Tangerang memanfaatkan berbagai program pelatihan yang disediakan pemerintah sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja.
“Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang aplikatif dan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha,” katanya.
Pendaftaran berbagai pelatihan dilakukan secara bertahap melalui aplikasi Tangerang LIVE. Melalui program yang berkelanjutan tersebut, Pemkot Tangerang mendorong semakin banyak warga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri, baik pada sektor manufaktur dan jasa maupun ekonomi digital.(ADV)
