KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat bersama IAD Wilayah Banten dan IAD Daerah se-Banten di Kampung Telagasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar 75 kepala keluarga atau 216 jiwa. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan keluarga dan perlengkapan sekolah. IAD juga melakukan renovasi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lingkungan tersebut.
Menurut Sachrudin, kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga perhatian terhadap kebutuhan warga.
“Membangun kota bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga merawat kepedulian, memperkuat kebersamaan, dan memastikan masyarakat dapat tumbuh dengan lebih baik,” ujar Sachrudin.
Ia mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memperluas manfaat pembangunan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah Kota Tangerang tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dan gotong royong bersama berbagai pihak menjadi kekuatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Sachrudin mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah program perlindungan sosial Pemkot Tangerang. Di antaranya Program Atensi 2026 berupa bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, dukungan usaha ekonomi kreatif, dan pemenuhan kebutuhan hidup layak.
Pemkot Tangerang juga menyalurkan bantuan sosial uang tunai bagi masyarakat rentan dan balita berisiko stunting serta memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi pekerja nonformal.
Kegiatan bakti sosial tersebut dihadiri Ketua Umum IAD Pusat Sruningwati Burhanuddin, Ketua IAD Wilayah Banten Lola Herry Horo, Ketua IAD Daerah Kota Tangerang Tiazara Pradhana, serta jajaran pengurus IAD dari tingkat pusat hingga daerah.
Sachrudin berharap kegiatan sosial melalui kolaborasi antarlembaga dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus mendorong kemandirian warga.
“Ketika pemerintah dan berbagai elemen masyarakat bergerak bersama, semakin banyak warga yang dapat kita bantu, kita lindungi, dan kita dorong untuk menjadi lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Sachrudin.(ADV)













