Dokter RSUD Tangerang Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik

Dokter RSUD Tangerang Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik

KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berbeda dari debu biasa dan dapat mengganggu saluran pernapasan jika terhirup. Masyarakat diimbau mengurangi paparan dan memperhatikan gejala kesehatan setelah terpapar abu.

Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang dr. Virginia Nurya Hikmawati mengatakan, abu vulkanik mengandung partikel mineral dan logam, termasuk kuarsa dan silika. Partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk ke saluran pernapasan.

“Kalau debu biasa kandungannya bisa berupa tanah, serat kain, jamur, maupun alergen. Sementara abu vulkanik memiliki partikel mineral dan logam, termasuk kuarsa dan silika,” ujar Virginia, Selasa (8/9/2026).

Menurut Virginia, partikel abu yang masuk ke saluran pernapasan dapat memicu peradangan. Tubuh juga dapat meresponsnya dengan meningkatkan produksi lendir.

Dampaknya dapat lebih berat pada orang yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan. Paparan abu vulkanik, misalnya, dapat memicu kekambuhan asma.

“Orang yang sudah memiliki penyakit pernapasan sebelumnya bisa mengalami kekambuhan, seperti asma,” katanya.

Gejala yang muncul bergantung pada bagian tubuh yang terkena. Abu yang mengenai mata dapat menyebabkan perih dan gatal. Sementara paparan pada hidung dan tenggorokan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, batuk, dan sakit tenggorokan.

Jika partikel masuk hingga paru-paru, keluhan dapat berupa batuk yang lebih berat hingga sesak napas.

“Kalau sudah ada sesak napas, itu menjadi salah satu tanda bahwa kita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” ujar Virginia.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan. Setelah kembali ke rumah, warga juga dianjurkan membersihkan tangan, wajah, dan tubuh untuk menghilangkan partikel abu yang menempel.

“Intinya, kurangi pajanan, kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pantau informasi resmi dari pemerintah,” kata Virginia.(man/joe)

Pos terkait