Stok Beras Di Kota Tangerang Aman

  • Whatsapp

stok beras aman

TANGERANG, (vivabanten.com) – Pemkot Tangerang menyatakan stok beras di sejumlah pasar di Kota Tangerang terbilang aman dan belum menerima pasokan beras impor dari pemerintah pusat.

“Saya dapat informasi stok beras mengalami kekurangan, tapi di Kota Tangerang stoknya aman,” ujar Walikota Tangerang Arief R Wismansyah beluam lama ini.

Menurut Arief, dirinya mengakui jika harga beras di pasaran mengalami kenaikan, hal itu karena kekurangan stok untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Jadi harga beras pun secara regional mengalami kenaikan,” ucapnya.

Arief menjelaskan, pemerintah pusat telah mengambil kebijakan untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton. Namun, kata Arief, di Kota Tangerang sendiri masih menggunakan beras lokal ataupun belum menerima beras impor dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan ini juga bisa menstabilkan harga beras termasuk di wilayah Kota Tangerang,” tukasnya.

Untuk menekan harga beras di Kota Tangerang, sambung Arief, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah bekerjasama dengan bulog untuk melakukan operasi pasar.

“Mudah-mudahan kita pantau bisa menurunkan harga beras di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Agus Sugiono mengungkapkan, dalam operasi pasar yang bersama bulog, pihaknya telah mendistribusikan cadangan beras jenis medium di Pasar Anyar dan Ciledug.

“Kita selalu tiap hari juga menyiapkan untuk operasi pasar. Di Pasar Anyar sudah masuk 90 ton dan di Pasar Ciledug. Kalau ada keperluan masih terus kita support dengan stok yang ada di Bulog untuk beras medium dengan harga Rp9,300 per Kg,” ucapnya.

Untuk jenis beras premium kata Agus, dikabarkan mengalami kelangkaan, hal ini bukan ranah pemerintah.

“Memang yang jadi kewenangan kita sekarang itu beras-beras medium, kalau premium ada di ranah antara pemasok dengan pedagang,” pungkasnya.

Acong salah seorang penjual beras di Pasar Anyar Blok B No 62 mengaku bahwa pasongan beras di Kota Tangerang relative aman, bahkan dirinya tidak berani menaikkan harga beras dari harga yang ditetapkan pemerintah.

“Pasokan beras dari Bulog dan Karawaci masih lancer dan tidak ada kelangkaan, sesuai isu yang beredar selama ini. Saya jual beras sesuai aturan perintah yaitu 9,300 per kg,” ucapnya.(lutfi/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.