TPT Kota Tangerang 2025 Menurun, Pengamat Apresiasi Kebijakan Ketenagakerjaan Pemkot

TPT Kota Tangerang 2025 Menurun, Pengamat Apresiasi Kebijakan Ketenagakerjaan Pemkot

KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Kinerja ketenagakerjaan Kota Tangerang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diproyeksikan turun menjadi sekitar 5,89 persen, membaik dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,92 persen.

Penurunan tersebut mencerminkan efektivitas berbagai kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam memperluas kesempatan kerja. Upaya tersebut dirangkum dalam Program Gampang Kerja, yang mencakup pelatihan berbasis kebutuhan industri, fasilitasi penempatan tenaga kerja, penguatan sektor UMKM, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan vokasi.

Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan ketenagakerjaan yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, penurunan TPT tidak terjadi secara instan, melainkan melalui konsistensi program yang saling terintegrasi.

“Turunnya angka pengangguran di Kota Tangerang menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak bersifat sementara, tetapi dirancang secara sistematis dan berorientasi jangka panjang,” ujar Adib, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, Pemkot Tangerang tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja formal, tetapi juga membuka ruang pengembangan sektor informal dan kewirausahaan. Pendekatan ini dinilai mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

“Pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, job fair rutin, hingga pelatihan kewirausahaan bukan sekadar menyalurkan tenaga kerja, tetapi juga membekali pencari kerja dengan keterampilan yang relevan,” katanya.

Menurut Adib, posisi geografis Kota Tangerang yang strategis sebagai kawasan industri dan jasa turut memberikan peluang besar. Namun, faktor kunci tetap terletak pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola potensi tersebut melalui kebijakan yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja.

“Potensi wilayah harus diimbangi dengan program yang mampu menjembatani kebutuhan industri dan pencari kerja. Dalam konteks ini, Kota Tangerang relatif berhasil,” ujarnya.

Selain itu, pemanfaatan layanan ketenagakerjaan berbasis digital juga dinilai mempercepat proses pencocokan antara perusahaan dan pencari kerja melalui akses informasi lowongan yang lebih terbuka dan mudah dijangkau.

Adib turut mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono yang dinilai konsisten menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai prioritas kebijakan daerah.

“Ketenagakerjaan merupakan isu fundamental karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Penurunan TPT juga berkontribusi pada stabilitas sosial,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama menghadapi dinamika ekonomi global dan perubahan struktur ketenagakerjaan. Karena itu, keberlanjutan program serta peningkatan kualitas tenaga kerja perlu terus diperkuat.

“Penurunan TPT merupakan capaian penting, tetapi yang lebih krusial adalah memastikan kualitas pekerjaan dan kesiapan tenaga kerja menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(man/joe)

Pos terkait