TANGSEL (VivaBanten.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Provinsi Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak paling parah.
Sejak 28 Desember 2025, Baznas Tangsel membuka posko relawan di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, sebagai pusat koordinasi penyaluran bantuan dan layanan bagi masyarakat terdampak.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Tangsel terhadap warga Aceh yang terdampak bencana.
“Ini wujud solidaritas dan empati warga Tangerang Selatan. Kami ingin bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Berbagai bantuan telah disalurkan, antara lain paket sembako, peralatan dapur, perlengkapan sekolah, serta seragam bagi siswa sekolah dasar. Relawan juga melakukan pembersihan lumpur di lima sekolah dan madrasah, membangun sembilan rumah layak huni, tiga sumur bor, tiga unit MCK, serta merenovasi satu masjid.
Di wilayah pedalaman Sekumur yang sulit dijangkau, relawan melanjutkan bantuan dengan membangun 20 unit rumah tumbuh dan satu musholla, serta menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
Benyamin menegaskan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Kami ingin membantu masyarakat bangkit kembali, baik secara fisik maupun mental,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan bantuan, Baznas Tangsel bekerja sama dengan Baitul Mal Lhokseumawe, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta Korem 011 Lilawangsa. Bantuan juga menjangkau wilayah terdampak lain seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Penyaluran bantuan masih berlangsung di Aceh Tamiang, dengan fokus pada pendampingan psikososial dan pemantauan renovasi fasilitas umum.
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Tangsel juga menyiapkan program “Ramadhan Ceria”, yang meliputi kegiatan edukatif dan kebersamaan masyarakat sebagai bagian dari pemulihan sosial pascabencana.(ded/joe)
