KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang mempercepat cakupan imunisasi campak dan rubella (MR) guna melindungi anak-anak dari penyakit menular. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan vaksin MR dalam kondisi aman dan siap digunakan di seluruh fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan program percepatan imunisasi diprioritaskan bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Saat ini, vaksin MR tersedia di 39 puskesmas dan dapat diakses masyarakat secara gratis.
“Kami memastikan distribusi vaksin MR merata di puskesmas, posyandu, maupun rumah sakit sehingga tidak ada kendala ketersediaan selama program imunisasi berlangsung,” kata Dini, Rabu (11/3/2026).
Selain membuka layanan di fasilitas kesehatan, petugas juga melakukan pendekatan jemput bola dengan mengunjungi sekolah serta lembaga pendidikan anak usia dini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal.
Menurut Dini, tingginya cakupan imunisasi akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga penyebaran penyakit campak dan rubella dapat ditekan.
Ia menjelaskan, berbagai penelitian dan uji klinis menunjukkan vaksin MR memiliki tingkat efektivitas tinggi. Peningkatan antibodi setelah pemberian vaksin bahkan mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah menerima imunisasi.
Menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai efek samping vaksin, Dini memastikan reaksi yang muncul umumnya bersifat ringan dan sementara.
“Efek samping biasanya hanya berupa demam ringan, kemerahan, atau nyeri di area suntikan. Dalam beberapa kasus juga muncul ruam ringan, tetapi biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak ke puskesmas atau posyandu terdekat agar mendapatkan imunisasi MR sesuai jadwal demi mencegah penyebaran penyakit campak dan rubella.(panji/joe)
