KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, mencanangkan gerakan Jatiuwung Mantap, Bersih, dan Sehat sebagai langkah strategis dalam membangun lingkungan yang tertata, sehat, dan berdaya saing. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Jatiuwung, Senin (31/3/2026), ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus pelayanan publik.
Camat Jatiuwung, Buceu Gartina, menyampaikan bahwa gerakan tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama,” ujar Buceu.
Buceu menegaskan, konsep “mantap” dalam gerakan tersebut mencerminkan pelayanan publik yang semakin optimal, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sementara aspek “bersih dan sehat” menjadi fondasi dalam menciptakan kualitas lingkungan yang nyaman dan layak huni.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan gerakan tersebut. Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat tidak akan berjalan maksimal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, membudayakan pola hidup sehat, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Lebih lanjut, Buceu menambahkan bahwa gerakan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing.
“Jika dimulai dari lingkungan terkecil, seperti kecamatan dan kelurahan, maka dampaknya akan besar dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, gerakan ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat, seperti kerja bakti rutin, penguatan edukasi hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kualitas layanan di tingkat wilayah.
Pihak kecamatan juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, sehingga gerakan ini tidak berhenti pada tahap pencanangan, melainkan terus berjalan dan menjadi budaya di masyarakat.
“Kami ingin gerakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya hari ini, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijaga ke depan,” tambahnya.
Kegiatan pencanangan tersebut turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, perwakilan TNI, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan seperti MUI, LPTQ, UPZ, PKK, BKMT, LPM, serta forum RT/RW dan para lurah se-Kecamatan Jatiuwung.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.
Melalui gerakan ini, Kecamatan Jatiuwung berharap mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang lebih optimal.
“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis Jatiuwung dapat menjadi wilayah yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas di masa mendatang,” tutup Buceu.(ADV)
