KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui berbagai program edukatif dan pengembangan keterampilan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan program peningkatan minat baca, DPAD Kota Tangerang juga mulai mendorong literasi digital dan penguasaan teknologi melalui pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pelatihan Microsoft Excel, hingga kegiatan literasi bagi anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas I Tangerang.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan transformasi perpustakaan saat ini tidak lagi hanya sebatas tempat membaca dan meminjam buku, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan layanan literasi dapat menjangkau semua kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, pekerja, komunitas, hingga anak binaan di lapas. Literasi saat ini tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami teknologi dan informasi,” ujar Engkos.
Salah satu program yang tengah dikembangkan yakni Kelas Literasi AI bertema Kenalan dengan AI: Asisten Pintar untuk Pekerjaan Sehari-hari. Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum secara gratis guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Gemini, dan Canva AI.
Menurut Engkos, kemampuan memahami teknologi digital menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
“Di era digital, kemampuan menguasai teknologi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Karena itu kami menghadirkan kelas AI agar masyarakat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi,” katanya.
Selain literasi AI, DPAD Kota Tangerang juga menggelar Kelas Microsoft Excel Batch I dan II untuk membekali masyarakat dengan keterampilan pengolahan data dan administrasi digital. Materi pelatihan meliputi pengenalan dasar Excel, pembuatan tabel dan grafik, hingga penggunaan formula atau rumus yang umum digunakan di dunia kerja.
Engkos menilai kemampuan pengolahan data menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki masyarakat di era modern.
“Kami ingin membekali masyarakat dengan kemampuan digital yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas kerja, pendidikan, maupun usaha,” ujarnya.
Di sisi lain, DPAD Kota Tangerang juga terus memperkuat budaya membaca melalui Lomba Read Aloud yang ditujukan bagi pengelola perpustakaan masyarakat di Kota Tangerang. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan minat baca dengan metode membaca nyaring yang interaktif, komunikatif, dan menarik.
“Melalui read aloud, kami ingin mendorong para pengelola perpustakaan lebih kreatif dalam menyampaikan bahan bacaan sehingga mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk membaca,” kata Engkos.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, DPAD Kota Tangerang juga menghadirkan program Dunia Literasi Anak (Durian) dan Story Telling bagi anak binaan di Lapas Anak Kelas I Tangerang. Program tersebut diikuti puluhan peserta dengan menghadirkan metode mendongeng interaktif guna menumbuhkan kembali semangat belajar dan rasa percaya diri anak-anak binaan.
“Kami ingin memastikan keterbatasan ruang gerak tidak menjadi penghalang bagi anak binaan untuk mendapatkan akses pengetahuan dan pembelajaran,” ujar Engkos.
Menurutnya, buku dan literasi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Melalui berbagai program tersebut, DPAD Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan literasi yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.(ADV)
