KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang mematangkan rencana pengembangan kawasan aerotropolis sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Agenda ini mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (7/4/2026).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan konsep aerotropolis dirancang menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen, sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka dari 5,88 persen menjadi 5,61 persen pada 2027.
“Pengembangan kawasan ini kami arahkan sebagai mesin pertumbuhan baru, baik dalam meningkatkan investasi, pendapatan daerah, maupun membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Menurut Yeti, perencanaan aerotropolis tidak hanya berfokus pada kawasan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan sejumlah pusat ekonomi baru.
Kawasan tersebut mencakup koridor Benda–Neglasari–Batuceper sebagai pusat bisnis primer, Modernland–TangCity sebagai pusat sekunder, hingga Alam Sutera sebagai kawasan metropolitan.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, M. Risal Wassal, menilai arah pembangunan Kota Tangerang telah selaras dengan konsep integrasi transportasi dan pengembangan wilayah berbasis konektivitas.
“Kami melihat potensinya sangat besar. Dengan perencanaan yang matang, kawasan ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Pemkot Tangerang berharap hasil Musrenbang RKPD 2027 mampu menjadi pijakan konkret dalam merealisasikan konsep aerotropolis secara bertahap. Selain memperkuat daya saing daerah, pengembangan ini juga diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(man/joe)













