KAB. TANGERANG (Vivabanten.com) – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meresmikan rampungnya pemugaran dan penataan kawasan Makam Keramat Ki Mauk di Kecamatan Mauk, Minggu (17/5/2026).
Peresmian tersebut sekaligus menandai selesainya penataan kawasan makam yang selama ini menjadi salah satu situs sejarah dan religi masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Maesyal mengatakan penataan kawasan Makam Keramat Ki Mauk merupakan bagian dari upaya pelestarian sejarah sekaligus pengembangan kawasan religi yang lebih tertata, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun peziarah.
Menurutnya, rencana penataan kawasan makam sebenarnya telah dirancang sejak 1997, namun baru dapat direalisasikan dalam satu tahun terakhir melalui pendekatan musyawarah bersama masyarakat dan tokoh setempat.
“Alhamdulillah, rencana pemugaran dan penataan kawasan Makam Keramat Ki Mauk yang sudah direncanakan sejak lama akhirnya bisa direalisasikan dengan dukungan semua pihak,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, proses penataan kawasan dilakukan melalui relokasi rumah warga yang sebelumnya berada di area inti makam.
Warga yang direlokasi kini menempati hunian baru yang berada sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi semula dengan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak swasta PIK 2.
Menurut Maesyal, sebelum dilakukan penataan, kondisi kawasan makam dinilai kurang representatif sebagai lokasi ziarah dan situs sejarah masyarakat.
Karena itu, pemerintah melakukan pembenahan agar kawasan makam menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.
“Sekarang kawasan makam sudah lebih baik, pendopo sudah dibangun, area ziarah lebih tertata, dan fasilitas penunjang juga mulai dilengkapi,” katanya.
Saat ini kawasan Makam Keramat Ki Mauk telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pendopo, akses air bersih, toilet umum, dan rencana pembangunan musala.
Selain sebagai upaya pelestarian situs sejarah dan religi, Pemkab Tangerang juga berharap penataan kawasan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Ke depan kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui aktivitas usaha kecil dan pelayanan bagi peziarah,” ujar Maesyal.
Ia menambahkan, masyarakat nantinya dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk membuka usaha kuliner, kopi, maupun kebutuhan peziarah lainnya dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan makam.
Ki Mauk sendiri dikenal masyarakat sebagai tokoh pejuang dan panutan yang memiliki peran penting dalam sejarah wilayah Mauk dan sekitarnya.
Karena itu, Maesyal berharap nilai perjuangan dan keteladanan Ki Mauk dapat terus diwariskan kepada generasi muda.
“Kita berharap semangat perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun daerah,” pungkasnya.(man/joe)
