Dinkes Tangsel Minta Warga Waspada Hantavirus

Dinkes Tangsel Minta Warga Waspada Hantavirus

TANGSEL (Vivabanten.com) – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.02/C/2572/2026 tentang kewaspadaan penyakit virus Hanta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Tangerang Selatan.

“Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” ujar Allin, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut.

Virus tersebut dapat menyebar melalui urine, feses, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi.

“Allin menjelaskan secara klinis Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” katanya.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan menyusul laporan global terkait temuan klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi memicu penyebaran lintas negara.

Sementara di Indonesia, kasus Hantavirus tipe HFRS telah ditemukan di sejumlah provinsi sejak 2024 hingga 2026.

Untuk mengantisipasi potensi penyebaran, Dinkes Tangsel memperkuat pengawasan melalui surveilans penyakit berbasis indikator maupun Surveilans Berbasis Kejadian (SBK) guna memantau tren kasus ISPA, pneumonia, hingga infeksi saluran pernapasan berat.

“Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan di Tangsel juga disiagakan untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, hingga stabilisasi pasien apabila ditemukan kasus suspek Hantavirus.

Dinkes Tangsel juga menyiapkan ruang isolasi sementara, memperkuat sistem rujukan, serta berkoordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety.

Allin mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah, serta membersihkan area yang terkontaminasi menggunakan metode pel basah.

“Masyarakat juga perlu rutin mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat sakit,” katanya.

Ia turut mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti informasi resmi dari Kementerian Kesehatan terkait perkembangan Hantavirus.(ded/joe)

Pos terkait