KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan kemampuan komunikasi publik menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di tengah derasnya arus informasi digital.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Komunikasi Publik bagi pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Gedung Graha Bhakti Karya, Tangerang, Rabu (13/5/2026).
Menurut Sachrudin, pemerintah tidak hanya dituntut menghadirkan program pembangunan dan pelayanan publik yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, terbuka, dan mudah dipahami masyarakat.
“Kita hidup di era keterbukaan informasi. Karena itu, pejabat pemerintah harus mampu membangun komunikasi yang baik, adaptif, dan menenangkan,” ujar Sachrudin.
Ia menjelaskan, komunikasi yang tidak tepat dapat memunculkan kesalahpahaman hingga memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Karena itu, kemampuan komunikasi dinilai harus menjadi bagian dari kompetensi kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.
“Pemimpin hari ini tidak cukup hanya bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan dan program secara humanis, solutif, dan penuh empati,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Tangerang ingin memperkuat kemampuan pimpinan perangkat daerah dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan itu juga menghadirkan tenaga pengajar dari Universitas Bina Nusantara (Binus). Dekan Fakultas Komunikasi Digital, Hotel, dan Pariwisata Universitas Binus, Dr. Yanti, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kapasitas komunikasi para pimpinan pemerintahan.
Menurutnya, metode mentoring berbasis kelompok kecil yang diterapkan dalam pelatihan menjadi pendekatan yang relevan karena memberikan ruang pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif.
“Pimpinan membutuhkan pembelajaran berbasis pengalaman dan studi kasus nyata yang dekat dengan dinamika pelayanan publik,” ujar Yanti.
Pemkot Tangerang berharap pelatihan tersebut mampu memperkuat komunikasi pemerintahan yang lebih informatif, responsif, dan membangun sinergi dengan masyarakat.(panji/joe)
