KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI atas kesiapan dan sistem penanganan bencana yang dinilai telah berjalan baik dan semakin modern.
Apresiasi itu disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III, Wahidin Halim, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Markas Komando (Mako) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Jumat (11/9/2026).
Wahidin menilai kesiapan Pemkot Tangerang dalam menghadapi berbagai potensi bencana telah didukung sistem penanganan yang terstruktur.
“Ini bagus, penanganannya sudah sistemis, sudah berjalan. Jauh lebih modern, jauh lebih baik,” ujar Wahidin.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII DPR RI juga menyoroti kesiapan Kota Tangerang menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk potensi kekeringan. Jajaran BPBD memaparkan sejumlah langkah mitigasi, prosedur penanganan, dan koordinasi lintas sektor yang telah disiapkan.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, Pemkot Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perumda Tirta Benteng, masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana, serta pemerintah pusat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam hal penanganan dan mitigasi bencana. Untuk respons time yang secara nasional ditentukan 15 menit, Kota Tangerang mampu berada di angka 10 menit,” kata Maryono.
Maryono juga mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap BPBD Kota Tangerang. Menurut dia, dukungan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana dan mempercepat respons dalam kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, BNPB secara simbolis menyerahkan sejumlah perlengkapan untuk mendukung operasional penanganan bencana.
“Ke depan, BPBD Kota Tangerang akan mengusulkan kebutuhan peralatan tambahan yang diperlukan untuk memperkuat operasional, termasuk kendaraan logistik dan sarana komunikasi,” ujar Mahdiar.
Untuk menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kota Tangerang juga berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait. Salah satu langkah yang dikaji adalah penguatan sumber air melalui pembangunan sumur dalam di sejumlah titik kelurahan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan masyarakat Kota Tangerang dalam menghadapi potensi kekeringan.(ADV)
