KAB. TANGERANG (VivaBanten.com) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang, Kamis (16/4/2026), bersama jajaran kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.
Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung kawasan hunian nelayan yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta.
“Ini contoh kolaborasi yang baik. Kami mengapresiasi langkah Pemkab Tangerang dalam menghadirkan hunian yang layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan pesisir tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga penguatan ekosistem ekonomi masyarakat.
Di Desa Tanjung Anom, tercatat sebanyak 110 unit rumah telah dibangun bagi nelayan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga nonpemerintah dan koperasi. Sementara di kawasan Ketapang Aquaculture, sekitar 127 rumah telah ditata menjadi lingkungan yang lebih tertib dan produktif.
“Kawasan ini harus nyaman untuk ditinggali sekaligus produktif. Nelayan dapat meningkatkan nilai ekonomi, termasuk melalui pengolahan hasil perikanan,” katanya.
Selain itu, AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai perlindungan pesisir dari abrasi serta memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan.
“Penanaman mangrove penting untuk mitigasi perubahan iklim. Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan sebagai ekowisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Program penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang didukung pendanaan APBN, APBD, serta sinergi lintas sektor.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melanjutkan program penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.
“Kami menargetkan pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun melalui program Gebrak Pakumis,” ujar Maesyal.
Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dengan memperkuat infrastruktur pendukung di kawasan pesisir, seperti pembangunan tanggul penahan abrasi, normalisasi sungai, dan fasilitas penunjang lainnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan.
“Kami berharap penataan kawasan pesisir ini dapat menjadi model pembangunan yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(man/joe)













