TANGSEL (VivaBanten.com) – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong optimalisasi pengelolaan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Perangkat Daerah dan kecamatan yang digelar di Gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Serpong, Senin (20/4/2026).
“Aset kita banyak, tetapi belum memberikan manfaat maksimal. Ini harus kita benahi dan optimalkan,” ujar Benyamin.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Tangerang Selatan membahas penyiapan Rancangan APBD 2027, termasuk potensi pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi, serta penertiban dan pengelolaan aset daerah.
Menurut Benyamin, masih banyak aset yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Salah satu fokus pembenahan adalah pengelolaan pasar tradisional milik pemerintah kota, seperti Pasar Jombang, Pasar Serpong, Pasar Ciputat, hingga Pasar Gintung. Ia menilai pengelolaan pasar tersebut perlu ditingkatkan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi.
“Pasar harus dibenahi dari sisi tata kelola dan fasilitas agar aktivitas ekonomi meningkat dan retribusi daerah bertambah,” ujarnya.
Khusus Pasar Ciputat, ia menyebut masih terdapat persoalan hukum yang tengah diselesaikan melalui jalur perdata terkait kerja sama sebelumnya.
Selain pasar, Benyamin juga menyoroti potensi aset wisata daerah yang dinilai belum dikelola secara optimal. Ia mendorong kerja sama dengan pihak profesional agar pengelolaan lebih efektif.
Di sisi lain, ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja untuk menertibkan pihak yang menguasai aset daerah tanpa hak.
“Kalau memang harus ditertibkan, lakukan. Itu aset milik pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Benyamin menekankan, optimalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Ini bukan sekadar urusan administratif, tetapi strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah,” kata dia.(ded/joe)













